Rabu, 25 Juli 2012

Air di daun Keladi


Katamu ,engkau dapat menyelesaikannya…
Tapi mengapa engkau  curhat kepadaku…

Katamu , engkau akan jalani sendiri..
Namun setiap saat engkau minta di temani..
Begini Saja ….
Kupinjamkan kepadamu kekasihku…
Atau para bidadariku..
Agar engkau dapat melihat apa yang tak dapat engkau lihat…
Atau mungkin jiwaku yeng engkau butuhkan…
Dengan izinnya engkaupun dapat memilikinya..

Senandungkanlah kepadaku Gerak sucinya..
Dendangkan pula Ahmad kasihnya..
Dan nyanyikan kepadaku tentang ketentuan2 yang engkau ketahui..

Jiwamu ada di sini..
Bersama kekasih yang abadi…
Kadang sesaat…
Kadang menghilang…

Bila engkau jumpai dia…
Rindupun berselimut haru…
Dan jika engkau menjauh..
Tak hiraupun bertuan iblis…

Tinggallah di disini untuk beberapa saat…
Atau engkau akan kehilangan pohon adam yang kekal…

Bila engkau singgah padaku…
Akan kuberi tahu…
Tentang makna malu dan tawadhu…

Namun bila engkau berlalu….
Kan ku biarkan air itu jatuh dari ketentuannya…

Yang tinggal…tinggallah…!!
Yang pergi… pergilah…!
Yang hilang…hilanglah….!
Karna semua telah di gariskan…

April 2011
UDJAI..